Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

 

URSULA – 27 Januari tidak hanya sekedar peringatan wafatnya Santa Angela, Pramuka  Santa Ursula Jakarta juga memperingati hari jadinya yang ke-59.

Pramuka Santa Ursula berdiri pada tahun 1961, anggotanya terdiri dari siswi-siswi Santa Ursula karena waktu itu murid-murid Santa Ursula dikhususkan untuk perempuan. Tujuh belas tahun kemudian, pramuka Santa Ursula juga terbuka untuk para siswa laki-laki.

Nomor gugus depan Pramuka Putra 05-469 dan nomor gugus depan Pramuka Putri 05-470.

Mulanya pramuka Santa Ursula hanya terdiri dari Pramuka Siaga sampai Penggalang (SD – SMP). Namun, karena kurikulum 2013 mewajibkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib, maka sejak tahun 2014 dibuka Pramuka Penegak Santa Ursula di SMA.

“Ketentuan ekstrakurikuler merupakan salah satu faktor Pramuka Sanur bisa bertahan sampai sekarang.” Ucap Bu Venti pembina Pramuka SMA

Tidak hanya itu saja, kegiatan yang mendekatkan diri ke alam seperti kemah juga menjadi daya tarik pramuka bagi para siswa dan siswi  Santa Ursula.

“Anak-anak masih mau dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan Pramuka, terutama waktu ada kegiatan camping.” Ucap bu Anne, pembina Pramuka SD.

Namun sangat disayangkan, dengan situasi pandemi saat ini banyak kegiatan yang terhalang, salah satunya peringatan hari jadi pramuka ke-59.

“Tidak ada acara khusus tahun ini, meskipun biasanya kita mengadakan upacara dan makan bersama” ucap bu Anne

Namun semangat Pramuka Santa Ursula tidak surut, Ibu Venti selaku pembina SMA mengatakan bahwa Dewan kerja Pramuka Penegak SMA yang baru, mempersiapkan acara Ulang Tahun Pramuka Indonesia ke-60 untuk Agustus 2021 serta Ulang Tahun Pramuka Santa Ursula ke-60 untuk Januari 2022.

“Kegiatan pramuka di Santa Ursula benar-benar dijalankan oleh para siswa, tidak hanya memakai seragam pramuka di hari tertentu,” Ucap Bu Venti.

Ia menambahkan bahwa selama pandemi kegiatan Pramuka tetap berlangsung dan diadakan secara online. Pramuka siaga dan penggalang SD diadakan setiap hari Jumat, penggalang SMP setiap hari selasa dan Penegak diadakan setiap hari Rabu.

Ia juga menambahkan bahwa pramuka juga merupakan sarana pendidikan berkarakter. Sesuai dengan spiritualitas Santa Angela yang nilai-nilainya dijunjung Sekolah Ursulin beririsan dengan Dasa Darma Pramuka, yaitu bertakwa kepada Tuhan, menghormati orangtua, cinta sesama dan lingungan, berani dan tidak putus asa serta cinta Tanah Air.

“Saya sudah mengikuti kegiatan pramuka sejak dahulu dan meskipun sudah pensiun tetapi saya tetap menjadi bagian dari Pramuka,” ucap bu Anne.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Ibu Venti yang menyatakan bahwa menjadi anggota pramuka berlaku selamanya. Ia juga menambahkan kegiatan yang menyenangkan dan menantang membuat anak-anak senang dan bergembira, terutama saat diadakan camping.

Beliau berpesan semoga Pramuka Santa Ursula tetap menjadi berkat buat sekolah Santa Ursula dan Bangsa Indonesia.

“Salam Pramuka!”

 

URSULA – Perayaan ekaristi masih dalam masa natal sebagai ucapan syukur atas kelahiran Yesus sang Juruselamat di tengah-tengah keluarga. Perayaan ekaristi disiarkan secara virtual dari Kapel Hati Kudus Yesus, Biara Santa Ursula, 8/1 2021.

Sebelum perayaan ekaristi dimulai, anak-anak kelas enam menampilkan drama pendek yang berjudul ‘Inilah persembahanku, Mana Persembahanmu?’

Drama ini bercerita megenai bagaimana cara mempersembahkan hal yang baik kepada Tuhan. Orangtua melayani Tuhan dengan cara memberi contoh yang baik kepada anak-anak dan mengasihani satu dengan yang lain. Guru dengan cara mendidik dengan menjadi teladan, dan anak-anak menggunakan sarana dan prasarana dengan sebaik-baiknya.

Drama diringi dengan musik dan lagu yang juga ditampilkan oleh anak-anak sebagi selingan tiap adegan.

Kemudian perayaan ekaristi dibawakan oleh Romo Harry Sulistyo dengan petugas dari unit SD Santa Ursula Jakarta secara virtual.

“Dari penampilan drama, merupakan contoh nyata bahwa kita bisa belajar dan membandingkan siapa yang memiliki Yesus sehingga dia hidup dan siapa yang tidak.” Ucap Romo Harry saat membuka renungan.

Ia menambahkan bahwa keluarga yang memiliki Yesus akan jauh berbeda dengan keluarga yang tidak memiliki Yesus di dalam rumahnya, begitu juga dengan para guru yang mendidik anak-anak dengan memberi teladan yang baik atau tidak.

“Bacaan Injil menceritakan Yesus mau menjamah ketika orang kusta tersungkur di hadapan-Nya. Yesus menyentuhnya dan menjadikannya tahir. Ini merupakan salah satu contoh situasi yang dipulikan Yesus.” Tambah Romo Harry dalam renungannya.

Ia menambahkan di situasi pandemi ini, tiap orang diajak bersama-sama semakin memasrahkan dan mempercayakan kehidupan kepada Yesus.

“Dari Injil juga belajar bahwa ketika Yesus terkenal dengan kesembuhan yang diperbuat, Ia mulai mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa.”

Romo mengatakan bahwa Yesus tidak mementingkan popularitas, justru semakin mendekatkan diri kepada Bapa dan membangun relasi. Ia mengajak anak-anak untuk mencari Yesus dan meneladaninya dengan berdoa dan memasrahkan hidup kepadanya.

Di akhir renungan Romo juga berpesan untuk semester yang baru agar anak-anak lebih mengandalkan Allah, memiliki semangat hidup seperti Yesus, dan terus menerus memuji Allah dalam kehidupan.

URSULA – Perayaan natal tahun ini dirayakan dengan sederhana ditengah keterbatasan oleh anak-anak TB-TK Santa Ursula Jakarta secara virtual pada tanggal 7 Januari 2021.

Meskipun secara virtual, namun natal kali ini tetap terasa spesial karna bisa merayakan natal bersama-sama. Anak-anak tetap mengikuti kegiatan dengan antusias dan tak sabar untuk bergabung dan mengucapkan selamat natal kepada para guru dan suster.

Ibadat natal dimulai dengan lagu Happy Birthday Jesus sebagai ucapan selamat dari anak-anak TB-TK Santa Ursula atas kelahiran Yesus ke dunia. Kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Charlotte dari TK B.

Ibadat Natal kemudian dilanjutkan dengan menceritakan ‘Kisah Kelahiran Tuhan Yesus’ yang dibawakan oleh anak-anak TK B. Kisah ini menceritakan perjalanan Bunda Maria dan Santo Yusuf untuk mencari tempat di mana Yesus bisa dilahirkan hingga menemukan tempat sederhana, yaitu kandang domba.

“Kandang domba merupakan tanda kesederhanaan yang melambangkan bahwa Yesus ingin dekat dengan kita dan mencintai kita. Oleh karena itu, kita pun harus mencintai Dia, dengan cara; rajin berdoa, baca alkitab dan berbuat baik kepada sesama,” ucap Sr. Rosa saat memberikan renungan.

Ia juga menambahkan tiga raja yang datang dari tempat yang jauh untuk menyembah Yesus menandakan bahwa mereka berterima kasih dan juga mencitai Yesus karena Yesus rela datang ke dunia dari tempat yang indah, yaitu surga.

Anak-anak pun diajak untuk belajar berterima kasih kepada Yesus dan mempersembahkan yang baik, dengan cara mempersembahkan hati yang jujur, yang selalu berdoa dan dekat dengan Tuhan, tidak sombong serta sayang kepada semua orang, supaya Tuhan senang dengan anak-anak.

“Kegiatan berjalan dengan lancar meskipun latihan kurang dari sebulan”, ucap bu Septa, guru Sentra Serviam.

Ia juga menambahkan berkat dukungan orangtua dan kerjasama guru-guru, proses latihan dilaksanakan dengan baik, meskipun di tengan keterbatasan.

“Seperti santa Ursula yang tetap gigih, semangat dan bersukacita di tengah keterbatasan. Dari semangat itulah, keterbatasan yang ada tidak menghalangi anak-anak untuk mengikuti proses latihan sampai di hari pertunjukan dan tampil dengan baik,” tambah bu Septa.

Ia berharap di tahun yang baru ini, anak-anak, guru dan orangtua juga mempunyai semangat yang lebih dan hidup sederhana seperti Yesus. Menjalani hari-hari dengan penuh keceriaan di tengah kondisi seperti ini. Ia juga berharap bisa bertemu langsung dengan anak-anak.

Ibadat ditutup dengan doa penutup dan bernyanyi lagu ‘Selamat Natal’. Anak-anak juga ikut menyanyikan dengan gembira. Di akhir acara, anak-anak, para guru dan suster bertukar sapa dan saling mengucapkan selamat natal.

Merry Christmas!!

URSULA – Merayakan Natal dan Tahun Baru di masa new normal, masih dalam bentuk virtual namun nyata dan aktual.

Ini juga dirasakan oleh anak-anak SD Santa Ursula Jakarta, pada tanggal 5 Januari 2021. Suster, para guru dan anak-anak merayakan perayaan natal dan tahun baru, sekaligus ‘Ibadah Mohon Berkat Memasuki Semester II’ melalui virtual.

Acara ini bertujuan semoga anak-anak bisa bertemu kembali dengan teman-teman, para guru dan suster dan bisa bersemangat kembali untuk memasuki semester dua.

Meskipun melalui virtual, kegiatan ini tetap diliputi dengan sukacita. Anak-anak mengikutinya dengan gembira. Acara pun dilakukan dengan antusias.

Acara dimulai dengan ibadat yang dibagi menjadi dua; kelas satu sampai kelas tiga dipimpin oleh Ibu Ratih, sedangkan untuk kelas empat sampai kelas enam dipimpin oleh Ibu Feby.

“Bacaan hari ini bercerita mengenai penggandaan lima roti. Dari situ bisa diambil nilai rasa syukur atas pemberian Allah. Belajar dari sikap Yesus, meskipun ada sisa roti, Yesus mengembalikan ke orang-orang dan bukan dinikmati sendiri.”, ucap bu Feby saat memberikan renungan.

Ia juga menambahkan dari situ anak-anak bisa belajar bahwa apa yang sudah mereka terima, juga bisa dibagikan ke orang lain; misalnya makanan yang diterima dari orangtua bisa dibagikan dengan adik atau kakak di rumah, kemudin menyumbangkan masker kepada orang yang membutuhkan karena masih di tengah pandemi.

Setelah ibadat ada pertunjukan mini drama musikal oleh kelas tiga yang berjudul ‘Kasih dan Sukacita Bersama’. Drama ini bercerita tentang kelahiran Tuhan Yesus dalam situasi dunia masa kini.

Kelahiran Yesus mempunyai makna; kerendahan hati, kesederhanaan dan mukjizat. Mukjizat karena dikandung oleh Roh kudus dan lahir dari seorang perawan yaitu Maria.

Drama ini mengangkat tema Yesus tetap hadir di tengah-tengah kita walaupun di tengah pandemi. Anak-anak diajak tetap membawa kasih damai dan sukacita kepada orang lain karena perayaan natal merupakan sukacita untuk semua manusia.

“Kegiatan berjalan dengan khidmat, seru dan juga menyenangkan.” ucap pak Sigit wali kelas tiga.

“Anak-anak senang dan akif dalam mengikuti ibadat dan renungan. Mereka menangkap makna renungan dan memberikan tanggapan,” ucap bu There wali kelas enam.

Di acara perayaan Natal ini terdapat juga kegiatan makan bersama anak-anak setelah ibadat. Kegiatan ini berjalan dengan interaktif, sembari makan, anak-anak mendengarkan musik dan berinteraksi dengan guru dan teman-temannya.

Para guru berharap semoga sukacita hari ini terus berlanjut mengisi hari-hari di semester yang kedua dan semoga resolusi yang sudah dibuat anak-anak menjadi pemacu semangat bagi mereka untuk terus maju dan berkembang.

“Semoga anak-anak tetap bersyukur di tengah keadaan saat ini. Kita juga berharap orangtua dan guru-guru lebih semangat membantu proses belajar anak-anak,” ucap bu Feby mewakili tim pastoral.

Page 2 of 2