Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

Perayaan Natal dan Tahun Baru Santa Ursula Jakarta : Yesus Sebagai Teladan yang Hidup

URSULA – Perayaan ekaristi masih dalam masa natal sebagai ucapan syukur atas kelahiran Yesus sang Juruselamat di tengah-tengah keluarga. Perayaan ekaristi disiarkan secara virtual dari Kapel Hati Kudus Yesus, Biara Santa Ursula, 8/1 2021.

Sebelum perayaan ekaristi dimulai, anak-anak kelas enam menampilkan drama pendek yang berjudul ‘Inilah persembahanku, Mana Persembahanmu?’

Drama ini bercerita megenai bagaimana cara mempersembahkan hal yang baik kepada Tuhan. Orangtua melayani Tuhan dengan cara memberi contoh yang baik kepada anak-anak dan mengasihani satu dengan yang lain. Guru dengan cara mendidik dengan menjadi teladan, dan anak-anak menggunakan sarana dan prasarana dengan sebaik-baiknya.

Drama diringi dengan musik dan lagu yang juga ditampilkan oleh anak-anak sebagi selingan tiap adegan.

Kemudian perayaan ekaristi dibawakan oleh Romo Harry Sulistyo dengan petugas dari unit SD Santa Ursula Jakarta secara virtual.

“Dari penampilan drama, merupakan contoh nyata bahwa kita bisa belajar dan membandingkan siapa yang memiliki Yesus sehingga dia hidup dan siapa yang tidak.” Ucap Romo Harry saat membuka renungan.

Ia menambahkan bahwa keluarga yang memiliki Yesus akan jauh berbeda dengan keluarga yang tidak memiliki Yesus di dalam rumahnya, begitu juga dengan para guru yang mendidik anak-anak dengan memberi teladan yang baik atau tidak.

“Bacaan Injil menceritakan Yesus mau menjamah ketika orang kusta tersungkur di hadapan-Nya. Yesus menyentuhnya dan menjadikannya tahir. Ini merupakan salah satu contoh situasi yang dipulikan Yesus.” Tambah Romo Harry dalam renungannya.

Ia menambahkan di situasi pandemi ini, tiap orang diajak bersama-sama semakin memasrahkan dan mempercayakan kehidupan kepada Yesus.

“Dari Injil juga belajar bahwa ketika Yesus terkenal dengan kesembuhan yang diperbuat, Ia mulai mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa.”

Romo mengatakan bahwa Yesus tidak mementingkan popularitas, justru semakin mendekatkan diri kepada Bapa dan membangun relasi. Ia mengajak anak-anak untuk mencari Yesus dan meneladaninya dengan berdoa dan memasrahkan hidup kepadanya.

Di akhir renungan Romo juga berpesan untuk semester yang baru agar anak-anak lebih mengandalkan Allah, memiliki semangat hidup seperti Yesus, dan terus menerus memuji Allah dalam kehidupan.