Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

Halo Sanuriaaan!

Selain bedah film yang diadakan sekolah dasar Santa Ursula Jakarta, anak-anak diajak untuk mengapresiasi perjuangan Kartini yang diadakan melalui lomba. Lomba yang diadakan yaitu lomba mewarnai untuk anak kelas 1 dan 2, lomba menulis puisi untuk anak kelas 3 dan 4, lomba menulis narasi berdasarkan meme Kartini dan lomba foto selfie dengan quote inspiratif untuk anak kelas 6.

Lomba ini dinilai oleh guru-guru yang ditunjuk. Berikut hasil-hal karya anak-anak yang diberikan apresiasi oleh para juri:

1. Lomba Mewarnai Kelas 1

2. Lomba Mewarnai Kelas 2

3. Lomba Menulis Puisi Kelas 3

4. Lomba Menulis Puisi Kelas 4

5. Lomba Menulis Narasi Kartini Kelas 5

 

6. Lomba Foto dan Quote yang Menginspirasi Kelas 6

Selamat kepada para pemenang. Terus tingkatan karya untuk bela bangsa dan negara.

SERVIAM!!

Salam serviam!!

Halo para Sanurian!!

Di hari Kartini ini apa yang kamu lakukan? Apa kamu dapat mengambil makna dari peringatan hari Kartini ?

Di Sekolah Santa Ursula Jakarta, dalam memperingati hari Kartini, anak-anak TK dan SD mengadakan bedah film. Bedah film dilakukan melalui virtual meeting. Acara ini diikuti secara antusias oleh anak-anak dan para guru dengan menggunakan batik atau pakaian adat daerah.

Film yang ditonton oleh anak-anak TK sampai kelas 3 SD adalah film animasi ‘Kisah Tokoh R.A Kartini dari Jawa Tengah’ dan kelas 4 sampai kelas 6 SD menonton film ‘Sejarah Kehidupan Kartini’.

Film animasi dan film sejarah ini menceritakan tentang kehidupan Kartini yang tidak bisa meneruskan sekolah setelah usia 12 tahun dan harus menikah di usia yang muda. Namun Kartini berjuang untuk menegakkan pendidikan terhadap perempuan dan orang-orang yang miskin, sehingga dia mendirikan sekolah untuk kaum perempuan.

Dari film ‘Sejarah Kehidupan Kartini’, anak-anak belajar kehidupan budaya Jawa masa lampau. Banyak anak-anak yang tertarik dan bertanya mengenai adat Jawa yang ditampilkan di dalam Film.

Acara yang diadakan melalui virtual meeting ini dimulai dengan doa dan dilanjutkan dengan menonton film singkat. Tentunya acara ini dibagi per sesi kelas.

Murid-murid TK diperkenalkan akan sosok R.A Kartini. Para guru menjelaskan kembali mengenai film pendek Kartini bahwa Kartini sejak kecil suka akan pendidikan, suka belajar bersama dengan membaca koran. Berkat perjuangannya, perempuan memperoleh pendidikan yang setara.

Dari film itu para guru berpesan bahwa sosok Kartini yang suka belajar sepatutnya ditiru oleh para murid untuk lebih giat belajar agar dapat mencapai cita-cita.

Berbeda dengan murid TK yang hanya menyaksikan film dengan serius, murid-murid kelas 1 sampai 3 sudah mulai memperhatikan kejadian-kejadian di dalam film. Para murid bisa menemukan makna dibalik film pendek tersebut.

Setelah film selesai anak-anak diajak untuk sharing tentang makna yang didapat dari film. Para murid berbagi pendapat mereka. Ada yang mengatakan  Kartini seorang perempuan yang memperjuangkan pendidikan, dan Kartini membela kedudukan perempuan.

Celine murid kelas 2 mengatakan, “ Film ini menceritakan tentang orang miskin dan perempuan tidak bersekolah. Oleh karena itu, Kartini berjuang untuk membela hak-hak orang miskin terutama perempuan untuk bersekolah.”

Salah satu murid juga bertanya, “Mengapa perempuan sekolah hanya sampai umur 12?” Guru pun menjawab, “Karna perempuan diharapkan hanya bisa membaca dan menulis saja, setelah itu bekerja di rumah. Kartini yang melihat itu tidak adil, memberanikan diri untuk membuat sekolah untuk anak perempuan.”

Antusiasme lebih terasa pada murid kelas 4 sampai kelas 6 SD. Murid-murid lebih kritis melihat film. Bahkan mereka belajar budaya zaman dahulu.

Film Kartini yang berlatar belakang Jawa zaman dahulu, diperlihatkan bahwa perempuan merupakan kelas dua, jadi perempuan berjalan tidak boleh tegak dan harus ‘jengkang’ berjalan jinjit sambil jongkok. Perempuan yang tidak boleh bersekolah tinggi dan Perempuan yang harus menuruti kehendak orangtua. Inilah yang menggugah sanubari Kartini untuk merubahnya sehingga Ia bertekad untuk membuat sekolah untuk para perempuan.

Ibu Maria juga menjelaskan cara berjalan dan cara hormat perempuan pada masa dahulu. Ia juga menjelaskan ada aturan di keluarga bangsawan dan Kartini yang juga berasal dari keluarga bangsawan harus mematuhi aturan tersebut, termasuk menikah waktu usia muda dan tidak bisa menolak perkataan orangtuanya meskipun Ia sangat ingin bersekolah.

Pak Ignas guru kelas 5 mengatakan bahwa hal yang dapat dipelajari dari Film Kartini adalah agar kita Kartini masa depan lebih bersyukur dan mau berbuat kebaikan dengan cara membantu orang lain dan teman-teman, lebih mandiri dan bertanggungjawab terhadap segala pekerjaan yang dilakukan.

Setelah film selesai, anak-anak diajak untuk berpartisipasi dalam memperingati hari Kartini dengan membuat karya-karya yang akan di posting di google classroom.

Serperti apa ya karya anak-anak Santa Ursula Jakarta?? Ditunggu yaa!!!

SERVIAM!!!

Sumber: freepik.com

Salam kasih anak-anak Serviam dan para orangtua!! Masih ingat dengan cerita Santa Angela Merici yang mengidolakan Santa Ursula dan meniru tingkah lakunya? Ayah Santa Angela Merici, Giovanni Merici suka menceritakan kisah-kisah hebat para santo dan santa kepada anak-anaknya. Ketika sang ayah mulai bercerita, anak-anaknya akan diam mendengarkan dan berimajinasi dengan cerita tersebut. Kemudian, timbullah rasa kagum yang membuat Santa Angela kecil mulai meniru tingkah laku idolanya, yaitu Santa Ursula.

Bercerita tentang dongeng, kamu tahu kan dongeng adalah cerita turun temurun dari nenek moyang kita yang mengandung nilai-nilai kebaikan, diceritakan secara kreatif sehingga yang mendengar cerita akan menangkap nilai-nilai yang terkandung sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari berbagai sumber, banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dari membaca dongeng, diantaranya:

1. Mengajarkan nilai moral

Menyajikan dongeng yang mengandung nilai-nilai moral yang baik akan membawa pengaruh terhadap perilaku anak-anak. Moral dijadikan pedoman bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

Seperti dongeng ‘Malin Kundang’ mengajarkan bahwa anak harus menyayangi orangtua dan tidak melupakan jasa orangtua. Cerita Kancil yang cerdik juga mengajarkan anak-anak dalam mengatasi masalah.

2. Mengembangkan daya imajinasi

Imajinasi membantu anak dalam berpikir kreatif. Dongeng yang disampaikan dengan menarik akan membantu anak-anak mendalami alur cerita dengan imajinasi mereka. Sehingga cerita yang disampaikan tertanam dalam pikiran dan perasaan anak-anak.

Cerita yang sudah tertanam dalam pikiran dan perasaan anak-anak akan membantu mereka dalam interaksi sosial dan dalam menyelesaikan masalah secara kreatif.

3. Menambah wawasan

Tarigan (1995) menyampaikan manfaat sastra diantaranya adalah perkembangan bahasa dan perkembangan kognitif. Semakin banyak cerita yang didengar ataupun dibaca maka anak-anak akan mengenal kata-kata baru, tempat-tempat baru, tokoh-tokoh, nama-nama binatang, dan lain-lain.

4. Sarana komunikasi anak dan orangtua

Kegiatan mendongeng bisa dijadikan agenda berkumpul antara orangtua dan anak setelah menjalani aktivitas masing-masing. Saat mendongeng, anak-anak akan merasa diperhatikan oleh orangtua melalui kata-kata, ekspresi, sentuhan dan sebagainya. Perilaku ini akan menciptakan kedekatan antara anak dan orangtua yang membantu tumbuh kembang anak-anak secara fisik dan psikis.

5. Mengembangkan minat baca anak

Semakin sering mendengarkan dongeng maka secara tidak langsung orangtua memperkenalkan buku kepada anak-anak, sehingga menarik minat anak-anak dalam membaca buku.

Menurut penelitian UNESCO, indeks membaca di Indonesia hanya 0,001, artinya hanya seorang dari 1000 yang biasa melakukan aktivitas membaca pada masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan membaca dongeng diharapkan akan meningkatkan minat baca pada anak-anak.

Pemerintah Indonesia mensosialisasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti siswa agar memiliki budaya membaca dan menulis. Gerakan ini melibatkan guru, siswa, orangtua dan masyarakat.

Sekian sharing manfaat mengenai dongeng. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca. Selamat hari dongeng sedunia!!

SERVIAM!!!

 

Sumber :

Sumber : freepik.com

Haloo Sanuriaan!!

Bagaimana kabarnya setelah menjalani beberapa hari PTS? Apakah masih semangat? Atau sudah mulai mengalami tanda-tanda letih, lelah, lesu dan lunglai hingga tanda-tanda stres muncul? Jangan sampai ya! Karena kalau kamu stres, akan mempengaruhi penilaian akademik dan kesehatan kamu.

Tapi kalau semangatnya mulai kendur, gimana kak? Tenang! Berikut akan dibagikan tips untuk mengatasi jikalau tanda-tanda stres kamu mulai muncul.

Tahu dengan istilah strategi coping? Strategi ini digunakan untuk mengatasi kemunculan stres dan mencegah timbulnya stres. Pastinya ini akan berguna untuk kamu semua. Yuk, disimak tips-tipsnya!!

Menurut Sarafino (2002), coping adalah usaha untuk menetralisasi atau mengurangi stres yang terjadi.  Menurut Lazarus dan Folkman (1984), coping merupakan tindakan yang diambil oleh individu untuk mengatasi keadan stres, yang dipengaruhi oleh diri sendiri dan lingkungannya.

Diambil dari jurnal yang ditulis oleh Paduraru (2018) yang berjudul Coping Strategies For Exam Stress, membagi strategi coping mengatasi stres ujian ke dalam empat kategori, diantaranya:

1. Strategi Umum

Strategi umum digunakan selama semester berlangsung. Ini juga bertujuan unuk meminimalisir keadaan stres yang akan terjadi. Hal-hal yang bisa kamu lakukan diantaranya adalah melakukan gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, nutrisi yang baik, olahraga dan pikiran yang positif.

Selain gaya hidup tentunya kamu harus belajar, mengatur waktu dengan baik , merencanakan jadwal belajar dan waktu luang yang kamu punya. Kemudian kamu juga harus mempuyai informasi yang akurat seperti informasi yang diberikan guru selama pelajaran berlangsung.

2. Metode Sebelum Ujian

Metode ini yang akan kamu gunakan selama masa ujian kamu yang sedang berlangsung sekarang. Metode ini menyarankan kamu untuk mengembangkan jadwal belajar dan waktu bermain, memiliki waktu untuk merevisi, istirahat, memiliki kebiasaan makan dan tidur yang baik, berolahraga, dan konsumsi kopi dan minuman berenergi (namun sebaiknya tidak kamu lakukan di malam hari ya.

3. Metode Selama Ujian

Metode ini akan membantu kamu saat kamu sedang mengerjakan ujian, diantaranya tetap tenang saat mengerjakan ujian, jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan ujian, baca instruksi dengan hati-hati, kalau masih ragu kamu bisa baca instruksi dua kali, prioritaskan apa yang perlu dilakukan, seperti soal yang kamu pahami dahulu agar tidak mengahbiskan waktu ujian.

4. Metode Setelah Ujian

Metode ini bisa kamu gunakan setelah ujian berakhir, diantaranya hindari untuk kritik diri dan membandingkan diri dengan orang lain, tentu saja istirahatkan diri kamu dan kalau perlu kamu harus menghadiahi diri sendiri untuk kerja keras yang selama ini sudah kamu lakukan.

Itulah beberapa metode yang bisa kamu gunakan untuk menghindari stres yang bisa menjadi penghalang buat kamu yang sedang dalam masa ujian. Semoga bermanfaat dan salam sehat!!

 

SERVIAM!!!

Page 1 of 3