Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

Halo Sanuriaan!!              
Tidak terasa sekarang sudah jalan setengah semester. Artinya, kita akan memasuki PTS (Penilaian Tengah Semester)!! Apa kalian sudah mempersiapkan diri dengan baik? Sama seperti tahun sebelumnya, kali ini PTS juga akan dilakukan dari rumah secara online. Di artikel ini, akan dibagikan beberapa tips untuk kamu yang akan mengerjakan PTS di rumah.

1. Pastikan Kamu Sudah Menguasai Semua Materi

Sumber : freepik.com

Tentu saja kamu harus menguasai semua materi dengan belajar, mengikuti semua kelas dengan baik dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tidak mungkin kamu berperang tanpa persiapan, bukan?

Mulai kembali membuka buku pelajaranmu, catat dan pahami semua materi. Tidak dianjurkan bagi kamu untuk belajar secara dadakan, ini akan menyebabkan materi akan menumpuk tiba-tiba dan bisa menyebabkan stress.

2. Cek Jadwal Ujian

Sumber : freepik.com

Jadwal ujian berguna bagi kamu untuk mengatur jadwal belajar, karena jadwal ujian akan diberikan jauh hari sebelum ujian. Kemudian ini juga akan membantu kamu untuk mengatur waktu yang diperlukan dalam simulasi mengerjakan soal sehingga kamu bisa menyelesaikannnya tepat waktu.

Tempatkan jadwal ujian di meja belajarmu agar kamu tidak akan lupa jadwal ujian esok hari.

3. Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Sumber: freepik.com

Sama seperti kamu bangun pagi untuk sekolah secara daring, kamu juga harus menerapkannya untuk ujian, dengan demikian kamu bisa memanfaatkan waktumu dengan baik dan tidak tergesa-gesa dalam mengikuti ujian. Jangan lupa sarapan dan berpakaian rapi agar menambah semangat dan konsentrasimu dalam mengerjakan ujian.

Kamu bisa memanfaatkan waktu pagi untuk mengulang kembali materi yang sudah kamu pelajari agar lebih fresh dan menyempatkan diri berolahraga.

Ini juga berlaku untuk waktu istirahat malam. Dalam mempersiapkan ujian, tidak akan luput dari begadang, ini akan memberikan efek negatif untuk kesehatan tubuh. Waktu tidur yang kurang akan membuat kamu mejadi tidak segar untuk beraktivitas di pagi hari. Direkomendasikan kamu istirahat selama 6-8 jam.

4. Cari Tempat dan Suasana yang Kondusif

Sumber : freepik.com

Ini akan sangat kamu perlukan, sesuai dengan kekuatan jaringan internet. Kamu harus mencari tempat yang jaringan internetnya stabil. Jangan sampai kamu kehabisan waktu hanya karena jaringan internetmu yang tidak stabil sehingga hasil yang kamu dapat tidak maksimal.

Tempat yang kondusif adalah tempat kamu merasa nyaman dan jauh dari gangguan lain, seperti suara dan pencahayaan. Dengen memilih tempat yang kondusif, maka akan meningkatkan konsentrasi kamu untuk mengerjakan ujian.

5. Mempersiapkan Perlengkapan dengan Baik

Sumber : freepik.com

Bukan hanya sekedar kertas ujian, pena, handphone, dan laptop, karna kamu ujian secara daring, maka jangan lupa mempersiapkan juga perlengkapan seperti charger, headset (jikalau diperlukan), kertas oret-oret dan kuota cadangan.

6. Kerjakan Soal dengan Teliti

Sumber: freepik.com

Mengerjkan soal dengan teliti dimulai dari membaca petunjuk ujian dengan cermat, mengerjakan soal yang kamu mampu terlebih dahulu dan jangan lupa untuk mengeceknya kembali sebelum mengumpulkan.

Ketika kamu ujian secara daring, maka ada banyak kesempatan buat kamu untuk tidak teliti, seperti dilanda malas dalam melakukan pengecekan kembali, terburu-buru, dan tidak teliti karena kurang fokus yang hanya melihat layar laptop terus-menerus.

Jangan lupa, bahwa hasil ujian secara daring dan tatap muka di kelas adalah sama.

7. Jujur dan Disiplin

Sumber : freepik.com

Bagi kamu anak-anak Sanur, maka tidak asing lagi dengan kata jujur. Ujian secara daring artinya guru-guru kamu tetap percaya bahwa kamu mengerjakan ujianmu dengan jujur dan tidak mencontek.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi PTS secara daring. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan!!

SERVIAM!!!

Ursula – Masa pandemi tidak menjadi penghalang untuk berkarya bagi Cathleen Mulan Tyas Ho yang biasa disapa sebagai Mulan, salah satu murid SD Santa Ursula Jakarta. Melalui karyanya, Ia meraih rekor MURI ‘Pelatihan Menggambar Edukatif Secara Daring oleh Pelatih Termuda’ Rekor ini langsung diberikan secara virtual pada tanggal 16 Januari 2021.

Meskipun pada awalnya menggambar merupakan kegiatan mengisi waktu kosong di rumah selama liburan, Mulan menemukan passion barunya menjadi guru. Kelas yang dinamai ‘Mulan’s Art Class’ pertama kali diadakan pada tanggal 11 Juli 2020 dan setiap minggunya semakin berkembang, yang pada awalnya hanya tujuh anak hingga sekarang sudah diikuti oleh delapan puluhan anak-anak.

“Waktu libur di rumah, nggak ada kegiatan sehingga menjadi bosan, Papa dan mama kumpulin Mulan dan adik-adik dan mengajak kita untuk memikirkan kontribusi masing-masing di rumah. Awalnya memikirkan mau melakukan sesuatu yang positif namun belum memikirkan bentuknya seperti apa.” Ucap Mulan.

Ia menambahkan kegiatan kelas menggambar ini berawal sewaktu Ia menemani adiknya, Anja untuk ikut kelas menggambar online. Kemudian muncul pikiran bahwa Ia juga bisa mengajar menggambar.

Dukungan Orangtua

Ide yang muncul untuk mengajar kemudian disampaikan Mulan ke orangtuanya. Orangtuanya mendukung dengan syarat harus profesional dan konsisten.

“Mama bangga Mulan berani mencoba dan konsisten meneruskan kelas menggambar sampai sekarang. Sedangkan papa senang karna ada yang ikutin jejak papa mengajar.” Ucap Mulan.

Dukungan yang diberikan oleh orangtua Mulan juga disertai dengan tindakan. Alat-alat mengajar Mulan dipinjam dari Papanya, Stefanus Honorus sedangkan ibunya Susana Rosalia Nyantyasningsih membantu promosi kelas melalui jejaring sosial.

“Kadang kalau papa ga ngajar, papa jadi co-host bantu Mulan kalau ada anak yang bertanya. Jose adik Mulan juga bantu sekaligus jadi pesert gambar.”

Murid-murid Mulan’s Art Class awalnya adik-adik Mulan, kemudian berkat bantuan promosi teman-teman papa-mamannya, banyak anak yang mau bergabung di Mulan’s Art Class. Orangtua peserta gambar juga berkontribusi memberikan testimoni di Instagram mengatakan kalau anaknya senang ikut Mulan’s Art Class.

Teaching

Mendapatkan passion baru, menantang Mulan untuk terus konsisten dan profesional dalam mengajar Mulan’s Art Class. Mulan yang awalnya mempunyai cita-cita sebagai dokter mata, sekarang menikmati waktunya untuk mengajar gambar.  

“Menjadi guru memberi kesenangan juga untuk Mulan. Senang karna adik-adik peserta happy dengan hasil gambarnya dan puas waktu ada anak yang bilang ‘Aku ternyata bisa gambar ya’ meski awalya ada yang ga percaya diri dan nangis.”

Menjadi guru juga mengajarkan Mulan bagaimana harus sabar dan bisa menyemangati murid-muridnya. Kepribadian yang berbeda-beda menjadi tantangan bagi Mulan, tidak hanya itu, mengajar berarti juga harus mempersiapkan materi, peralatan, simulasi, dan sertifikat untuk tiap-tiap peserta.

“Dari situ Mulan lebih harus belajar manage waktu antara waktu belajar sekolah dan juga waktu untuk persiapan mengajar, meski awalnya sulit, namun sekarang sudah terbiasa.”

Mulan’s Art Class diadakan tiap hari Sabtu. Setiap Sabtu ada dua sesi. Sesi 1 jam 11.00-12.00 WIB, sesi 2 jam 13.30-14.30 WIB melalui media virtual Zoom Meeting. Dalam satu hari, pesertanya berkisar antara 15-30 orang anak. Kelas diisi dengan memutarkan video edukasi tentang apa yang akan digambar, mengajar gambar dan foto bersama.

Tema gambar awalnya diambil dari berbagai sumber, seperti Natgeo Wild, menonton Satwa Langka, buku-buku dan internet. Kemudian karna antusiasme peserta, maka diadakan diskusi di akhir sesi mengajar agar para peserta bisa mengajukan tema gambar selanjutnya.

“Dari tema yang sudah ditentukan, Mulan mempelajarinya dan membuat video untuk materi agar anak-anak juga mengerti materi yang digambar, seperti habitat, gaya hidup, cara berkembangbiak, dan banyak lainnya.”

Rekor MURI

Pada tanggal 16 Januari 2021, Mulan mendapatkan penghargaan MURI sebagai ‘Pelatih Termuda Kelas Menggambar Online’. Penghargaan ini diserahkan secara virtual oleh Tim Muri yang diwakilkan oleh Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia, Osmar Semesta Susilo.

“Saya senang mendapat penghargaan sebagai pelatih termuda. Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Mulan’s Art Class, mama dan papa, adik-adik, keluarga eyang, popo, bude, tante, om, guru-guru dan teman-teman.” Ucap Mulan.

Ia bersyukur karena Mulan’s Art Class menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi para peserta gambar berkat support dan bantuan orang-orang sekitarnya.

Ia berharap prestasi yang diperoleh tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Ia ingin mengembangkan potensi yang sudah dia punya. Ia berharap bisa mengajar anak-anak di seluruh Indonesia dan juga ingin membantu anak-anak yang membutuhkan, seperti anak-anak panti asuhan.

Keep practicing and always remember You are amazing!” Pesan Mulan.

Ia mengatakan bahwa practice itu seperti menabung – menabung skill dan knowledge, yang suatu saat bisa menjadi modal di masa depan. Ia juga berpesan agar anak-anak harus selalu yakin pada diri sendiri dan mengaggap tiap-tiap pribadi amazing.

“Kalau kita yakin dan berani mencoba sesuatu, siapa tau sewaktu mencoba hal yang baru bisa menemukan passion baru.” Ucap Mulan di akhir wawancara.

Rabu abu menandakan berawalnya masa Prapaskah – masa pertobatan, mengenangkan kembali sengsara Yesus Kristus dan mendamaikan diri kembali dengan Allah.

Rabu abu ditandai dengan pengolesan abu di dahi disertai dengan ucapan, ‘Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.’Abu dipersiapkan dengan membakar daun palma dari perayaan Paskah sebelumnya, diberkati dan bisa digunakan.

Orang Katolik memaknai Abu sebagai pengingat kefanaan seseorang bahwa hidup suatu saat akan berakhir. Ini mengingatkan kembali bahwa manusia berasal dari debu pada kitab Kejadian,”Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah...” (Kej 2:7). Oleh karena itu diperlukan pertobatan dan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.

Masa Prapaskah dalam gereja katolik ditandai juga dengan berpantang dan berpuasa sebagai bentuk penyesalan akan dosa, refleksi diri dan turut ambil bagian dalam sengsara Yesus.

Umat Katolik yang berusia 18 hingga 60 tahun diwajibkan berpuasa. Berpuasa dilakukan pada hari Rabu abu dan Jumat Agung. Berpuasa dalam katolik hanya bisa makan kenyang sekali dalam satu hari.

Berpantang diwajibkan untuk umat yang berusia 14 tahun ke atas dan dilakukan pada hari Rabu Abu, Jumat Agung dan setiap hari Jumat pada masa Prapaskah. Berpantang dimaksudkan untuk menahan diri dari daging dan dari hal-hal yang disenangi.

Masa Prapaskah diisi dengan pertobatan yang sungguh-sungguh dan mendekatkan diri kepada Tuhan, seperti mengikuti Misa setiap hari, menerima Sakramen Tobat dan berbuat amal keada sesama, dan kepada lingkungan sehingga mengalami kemenangan pada kebangkitan Tuhan Yesus pada waktu Paskah.

“Masa Prapaskah juga sebagai ungkapan syukur dan sukacita atas rahmat yang Allah berikan kepada kita yang senantiasa diundang untuk didamaikan oleh Allah.” Ucap Romo Ary saat misa Rabu Abu Sekolah Santa Ursula Jakarta, 17/2, yang diadakan secara daring.

Ia menambahkan bahwa di masa ini adalah masa untuk semakin mengalami kasih setia Allah, kasih karunia Allah, dan membuat orang-orang semakin bersyukur dan bersukacita yang disertai dengan niat pantang dan puasa dengan sungguh-sungguh.

 

sumber gambar: https://cdn-2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/ilustrasi-misa-rabu-abu.jpg

URSULA - Hari ini (27/1) Ordo Santa Ursula merayakan hari raya Santa Angela Merici, yang merupakan pendiri Ordo Santa Ursula. Hari ini juga bertepatan dengan peringatan 60 tahun hidup membiara Sr. Fransesco, OSU.

‘Jikalau Tuhan yang menanamnya, siapa yang dapat mencabutnya?’ Itu merupakan salah satu tulisan St. Angela Merici di buku Prakata Regula. Memang benar, bahwa Ordo Santa Ursula selayaknya bersyukur atas perjalanan yang sudah 485 tahun. Itu semua berkat kasih Tuhan yang dicurahkan melalui Roh Kudus kepada Santa Angela Merici dan para pengikutnya.

Meskipun di dalam situasi dan kondisi yang berbeda tetapi perayaan tetap diikuti dengan antusias melalui live youtube sekolah Santa Ursula Jakarta.

Perayaan ini dibawakan oleh Romo Eko Wahyu, OSC dengan petugas dari unit SMP Santa Ursula Jakarta yang mengiringi perayaan dengan karya-karya yang kreatif.

“Doa merupakan identitas seorang beriman. Seperti Yesus dalam Injil Yohanes yang mendoakan para murid-muridNya.” Ucap Romo Eko Wahyu, OSC saat khotbah.

Ia juga menyampaikan bahwa Yesus mendoakan persatuan yang tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan Allah. Seperti Yesus dan Bapa yang bersatu.

“Bersatu dengan Allah memberikan kita kebebasan. Semakin dekat dengan Tuhan menunjukkan kepekaan untuk mengasihi sesama kita. Seperti prinsip hidup Sr Fransesco yaitu bertumbuh bersama dengan orang yang dididik. Itu juga merupakan ungkapan bersekutu dengan Allah.”

“Santa Angela dalam perjalanan hidupnya juga mengalami kesukaran. Namun hatinya selalu bersyukur karena Ia percaya akan kasih setia Tuhan yang selalui menyertainya. Sama seperti Santa Angela, kita diajak dalam masa pandemi ini untuk melihat sisi-sisi positif yang kita terima dari Tuhan; masih bekerja, kesehatan yang baik, kebersamaan dalam keluarga dan banyak hal lainnya,” ucap Sr. Edith, OSU saat memberikan kata sambutan selaku  ketua III Yayasan Satya Bhakti dan kepala Komunitas Santa Ursula Jakarta.

Ia juga menambahkan rasa syukur pada peringatan Santa Angela Merici ini untuk Sr. Fransesco yang sudah 60 tahun berkomitmen untuk melayani Tuhan dan sesama secara konsisten, kreatif, dan menjawab tuntutan zaman di bidang pendidikan.

“Pada hari ini saya memperingati tahun ke-60 sebagai Ursulin. Saya syukuri kesempatan untuk mengabdikan diri pada dunia pendidikan orang muda” ucap Sr. Fransesco, OSU saat memberikan kata sambutan.

Selama 60 tahun, Ia sudah mengabdikan diri menjadi kepala sekolah SMA Cor Jesu Malang,  kepala Sekolah Santa Ursula Jl. Pos Jakarta dan Koordinatr Sekolah Santa Ursula BSD Tangerang.

“Saya berterima kasih untuk semua kebaikan, dukungan dan perhatian yang diberikan kepada saya selama ini. Doakan saya agar hari-hari selanjutnya Tuhan membantu saya untuk mempersembahkan hidup saya sebagai persembahan hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah.” tutup Sr. Fransesco di akhir ambutannya.

 

Page 1 of 2